MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp <p><strong>JURNAL MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual</strong> merupakan Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) GKI I.S.Kijne sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah yang merupakan kajian sosial budaya, pendidikan (pendidikan secara umum dan pendidikan Kristen secara khusus), dan teologi kontekstual. Jurnal ini memuat artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel ilmiah hasil penelitian ataupun penelitian terapan dan juga artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan sosial budaya, pendidikan dan teologi kontekstual. Pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel termuat pada setiap penerbitan. Penerbitan jurnal dilakukan persemester, yaitu pada Bulan Januari dan Juli tahun berjalan.</p> id-ID waimuriamelia57@gmail.com (Amelia Waimuri) diksonbella@gmail.com (Dikson Siki) Wed, 11 Mar 2026 15:49:42 +0900 OJS 3.2.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Dan Perannya Dalam Transformasi Sosial https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/196 <p>Penelitian ini mengkaji secara kritis peran kurikulum Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mendorong transformasi sosial. Pendidikan Agama Kristen, sebagai bagian integral dari sistem pendidikan di Indonesia, memiliki potensi besar untuk membentuk karakter dan nilai-nilai yang mendukung perubahan positif dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kurikulum PAK yang ada, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, serta merumuskan elemen-elemen kunci yang diperlukan untuk menjadikan PAK sebagai agen transformasi sosial yang efektif. Metodologi yang digunakan adalah analisis dokumen dan studi literatur, dengan mengacu pada teori-teori kurikulum, transformasi sosial, dan perspektif teologis. Temuan menunjukkan bahwa kurikulum PAK saat ini seringkali masih berfokus pada aspek doktrinal dan kurang menekankan pada pengembangan keterampilan kritis, kesadaran sosial, dan tindakan nyata. Penelitian ini mengusulkan rekomendasi untuk merekonstruksi kurikulum PAK agar lebih relevan dengan tantangan zaman, serta mampu membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk berkontribusi pada perubahan sosial yang positif. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran guru PAK sebagai teladan dan fasilitator dalam proses transformasi tersebut</p> Benyamin Mofu Hak Cipta (c) 2026 Benyamin Mofu https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/196 Wed, 11 Mar 2026 00:00:00 +0900 Determinasi Milieu-Ekologi: Implikasinya Bagi Teologi Penggembalaan Orang Sakit Kronis Di Propinsi Papua https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/200 <div> <p class="Paragraf"><span lang="EN-US">Sakit kronis merupakan masalah yang kompleks di Tanah Papua, baik oleh karena masayarakatnya masih sangat kuat determinasi milieunya maupun karena berobat itu masih meruapakan kemewahan bagi sebagain besar masyarakatnya. Mereka yang sakit kronis tersebut dapat jatuh ke dalam pasif-agresif, menarik diri dan memendam kemarahan. Gereja terpanggil untuk melayani mereka, meskipun gereja-gereja di Papua juga memiliki keterbatasan. </span>Argumentasi utama <span lang="EN-US">dalam penelitian ini:</span> determinasi milieu dan ekologi <span lang="EN-US">mempengaruhi keberhasilan gereja dalam menyediakan</span> <span lang="EN-US">penggembalaan untuk</span> penyembuhan batin, penyembuhan spiritual, dan penyembuhan fisik.</p> </div> <div> <p class="Paragraf"><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p> </div> <div> <p class="Paragraf"><span lang="EN-US">Ada Dua pertanyaan yang hendak dijawab dalam tulisan ini. </span>Mengapa determinasi milieu dan ekologi penting dalam penggembalaan bagi&nbsp; orang yang sakit kronis? Bagaimana implikasi pelayanan penggembalaan tersebut dalam ruang baru teologi<span lang="EN-US"> penggembalaan gereja</span>?<span lang="EN-US"> Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data-data diolah melalui studi kasus Ibu E yang mengalami sakit kronis stadium 3b. Pendekatan yang dipergunakan dengan memakai teori Empat langkah merengkuh (<em>embrace</em>): </span><span class="longtext">membuka tangan, menunggu agar bisa memeluknya, memeluknya, dan membuka tangan kembali</span><span lang="EN-US"> yang digagas oleh Miroslav Volf dan teori hospitalitas (kesanggerahan) dari Henri J.M. Nouwen.</span></p> </div> <div> <p class="Paragraf"><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p> </div> <div> <p class="Paragraf"><span lang="EN-US">Temuan tulisan ini, pertama milieu-ekologis menjadi sebuah determinasi dalam pemulihan orang sakit kronis. Hal ini terjadi karena yang sakit tersebut hidup dalam ketentuan budaya yang membuat dia tidak memiliki kemandiriran dalam kepautusannya. Karena itu gereja perlu mengintervensi milieu tersebut. Kedua gereja harus membenahi panggilan penggembalaan mereka terhadap orang yang sakit kronis melalui tindakan transformasi milieu-ekologi. Penulis memberi nama model transformasi tersebut dengan frasa, eklesial bermilieu-ekologis.</span></p> </div> <div> <p class="Paragraf"><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p> </div> Natanael Tarigan Hak Cipta (c) 2026 Natanael Tarigan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/200 Wed, 11 Mar 2026 00:00:00 +0900 Metode Membangun Semangat Belajar Siswa Di Tengah Tantangan Kurikulum Modern https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/213 <p>Perubahan kurikulum di era modern menuntut peserta didik dan pendidik untuk beradaptasi dengan pendekatan baru yang lebih kompleks, kreatif, dan dinamis. Dalam tuntutan tersebut, aspek emosional, khususnya sukacita, memegang peran kunci dalam meningkatkan motivasi intrinsik, ketahanan belajar, dan kesejahteraan psikologis. Artikel ini mengkaji peran sukacita dalam proses belajar berdasarkan tinjauan psikologi positif dan motivasi, serta memberikan strategi praktis untuk membangun lingkungan belajar yang penuh sukacita di tengah tantangan Kurikulum Merdeka</p> Sulis setyaningsih Hak Cipta (c) 2026 Sulis setyaningsih https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/213 Wed, 11 Mar 2026 00:00:00 +0900 Budaya Bua Nekaf Di Amarasi Sebagai Upaya Dalam Mendukung Pengembangan Pendidikan Di Provinsi Nusa Tenggara Timur https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/209 <p>Penelitan ini secara khusus membahasa tentang masalah pendidikan di Prosvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), secara khusus di kecamatan Amarasi Timur. Masalah pendidikan dari tahun ke tahun hingga saat ini masih menjadi perbincangan serius. Meskipun banyak kajian dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan gereja dalam mengatasi dan mengembangkan pendidikan yang bermutu. Namun, kenyataannya masalah ini belum terselesaikan secara final. Melihat realitas masalah pergumulan yang ada. Penulis dalam kajian ini berupaya mengkaji masalah ini dengan berbasis pendidikan kearifan lokal pada budaya <em>nekaf mese </em>di Amarasi Timur. Penelitian ini diselesaikan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif serta pendekatan etnografi. Upaya dalam pengumpulan data adalah menggunakan literatur, observasi, dan wawancara dengan tiap narasumber yang ada dan wawancara ini sesuai dengan poin yang dubutuhkan dalam penelitian ini sebagai landasan dalam memperkuat penelitian yang dimaksudkan penulis. Hasil penelitian ini kemudian berhasil mewujudnyatakan pemahaman mengenai elemen-elemen nilai kebersamaan, kesatuan hati, tanggung jawab bersama dan nilai simbol adat belis (mahar pernikahan), ekonomi. Budaya ini pun tidak saja hanya dipraktekan dalam urusan adat pernikahan. Lebih dari itu, budaya nekaf mese pun sangat relevan dipraktekan dalam upaya pengembangan pendidikan. Dengan demikia, akhir dari penelitian ini adalah sebagai sebuah instrumen yang menolong pemerintan dan gereja dalam upaya pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal di NTT dan secara khusus Amarasi Timur.</p> Heber Rona Hak Cipta (c) 2026 Heber Rona https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/209 Wed, 11 Mar 2026 00:00:00 +0900 Metafora Allah Sebagai Perempuan: Hermeneutik Feminis Kritis Berdasarkan Injil Lukas 15:8-10 https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/219 <p><em>Di dalam kekristenan, adalah hal yang umum atau bahkan mungkin baku bahwa Allah disebut atau digambarkan sebagai seorang Bapa. Hal ini dapat dimaklumi karena Alkitab kita terdapat banyak penggambaran yang demikian, bahkan Yesus sendiri memanggil Allah juga dengan sebutan Bapa. Meskipun demikian, didalam Alkitab kita juga terdapat penggambaran-penggambaran Allah yang beraneka ragam. Namun dalam percakapan keseharian maupun dalam doktrin resmi gerejawi tidak ada percakapan yang menyediakan ruang percakapan tentang Allah sebagai figur perempuan. Padahal dalam Alkitab ada begitu banyak kisah yang menggambarkan peranan perempuan dan juga Allah yang melukiskan diri-Nya&nbsp; sebagai perempuan. </em><em>Sehingga sering kali Alkitab dilihat dengan kacamata androsentrime sehingga kebebasan perempuan disisihkan. Apa makna Metafora Allah sebagai Perempuan dalam Injil Lukas 15:8-10? Bagaimana Metafora Allah sebagai Perempuan dapat memberi kontribusi bagi upaya&nbsp; mewujudkan kesetaraan Gender di dalam Gereja dan Masyarakat? Dan tujuan penelitiannya adalah: Mendeskrispsikan makna Metafora Allah sebagai Perempuan dalam Lukas 15:8-10? Mendeskrispsikan Metafora Allah sebagai Perempuan dalam Lukas 15:8-10 bagi upaya Mewujudkan Kesetaraan Gender di dalam Gereja dan Masyarakat? Metode penelitian yang digunakan adalah hermeneutik feminis yang diperkenalkan oleh Elisabeth Schüssler Fiorenza.</em></p> Kristensia Notanubun, Fernando Christosa Erari Hak Cipta (c) 2026 Kristensia Notanubun, Fernando Christosa Erari https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/219 Wed, 11 Mar 2026 00:00:00 +0900 Pembinaan Pascanikah Berbasis Pendidikan Agama Kristen: Kajian Teologi Praktika https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/237 <p><em>Pernikahan Kristen dipahami sebagai panggilan iman yang menuntut kesetiaan dan tanggung jawab seumur hidup, sehingga keutuhan rumah tangga menjadi bagian penting dari kesaksian gereja. Namun, realitas pelayanan gereja menunjukkan bahwa pembinaan pascanikah masih minim, bersifat insidental, dan cenderung reaktif, sementara pasangan suami-istri menghadapi berbagai tantangan relasional, ekonomi, spiritual, dan kultural setelah beberapa tahun pernikahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pembinaan pascanikah berbasis Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam perspektif teologi praktika sebagai kerangka integratif bagi pelayanan keluarga gereja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan refleksi teologis terhadap literatur teologi praktika, PAK, pastoral keluarga, serta penelitian ilmiah. Analisis dilakukan secara deskriptif-teologis dengan menafsirkan temuan dalam kerangka integrasi antara pembinaan pascanikah, PAK, dan teologi praktika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan pascanikah di banyak gereja belum menjadi program sistematis dan berkelanjutan, sehingga diperlukan transformasi paradigma pelayanan dari pendekatan reaktif menuju pendekatan edukatif-formatif. PAK memiliki peran strategis sebagai dasar pedagogis pembinaan keluarga yang menempatkan keluarga sebagai ruang utama pendidikan iman, sedangkan teologi praktika menyediakan kerangka reflektif dan kontekstual untuk mengintegrasikan pengalaman hidup keluarga dengan refleksi teologis dan tindakan pastoral. Dalam konteks Papua, integrasi nilai-nilai Injil dengan kearifan lokal melalui pendekatan inkulturatif memperkuat relevansi pembinaan pascanikah bagi keluarga Kristen. Dengan demikian, pembinaan pascanikah berbasis PAK dan teologi praktika perlu direkonstruksi sebagai pelayanan gereja yang berkelanjutan, kontekstual, dan transformatif guna memperkuat keutuhan keluarga dan kesaksian iman gereja di tengah masyarakat.</em></p> Henny Verra Fonataba Hak Cipta (c) 2026 Henny Verra Fonataba https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/237 Wed, 11 Mar 2026 00:00:00 +0900 Inerancy Alkitab Dan Korelasinya Dalam Pendidikan Agama Kristen di Keluarga https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/214 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ineransi Alkitab yakni keyakinan bahwa Alkitab secara keseluruhan adalah firman Allah yang benar, akurat, dan bebas dari kesalahan dalam penyataan kebenaran teologisnya serta mengkaji korelasinya terhadap implementasi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam konteks keluarga. Dalam perspektif teologis dan pedagogis, ineransi Alkitab menjadi dasar yang tak tergantikan dalam membentuk pola pikir dan karakter Kristiani yang berlandaskan pada otoritas ilahi. Keluarga, sebagai unit pertama dan utama dalam pendidikan iman, memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai Kristen yang bersumber dari Alkitab. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan observasi deskriptif terhadap praktik PAK dalam keluarga Kristen, penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman orang tua terhadap konsep ineransi Alkitab sangat menentukan kualitas pembinaan iman di rumah. Keluarga yang menjadikan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam kehidupan sehari-hari cenderung menjalankan praktik-praktik spiritual secara konsisten, seperti ibadah keluarga, pembacaan Alkitab bersama, dan pengambilan keputusan yang selaras dengan prinsip firman Tuhan. Sebaliknya, ketidaktegasan dalam meyakini kebenaran Alkitab berpotensi menciptakan relativisme moral dalam pendidikan iman anak. Oleh karena itu, penguatan pemahaman tentang ineransi Alkitab kepada orang tua perlu menjadi bagian penting dari pelayanan gereja agar PAK dalam keluarga dapat dilaksanakan secara utuh dan berdampak jangka panjang. Kesimpulannya, terdapat korelasi yang signifikan antara keyakinan terhadap ineransi Alkitab dan efektivitas Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga Kristen masa kini.</p> <p>&nbsp;</p> Kelly Simanjuntak, Desi Sianipar Hak Cipta (c) 2026 Kelly Simanjuntak, Desi Sianipar https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/214 Wed, 11 Mar 2026 00:00:00 +0900 Penerapan Contextual Teaching Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Sebagai Strategi Pengembangan Spiritual Peserta Didik Di Sma Negeri 2 Jayapura https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/250 <p>Dalam pembelajaran pendidikan Agama Kristen di Sekolah SMA Negeri 2 Jayapura, teori intelektual dan pengalaman spiritual adalah dua konsep yang harus dicapai dalam proses pelaksanaan pendidikan yang diselenggarakan. Dalam mencapai kedua hal ini tidaklah mudah jika dilakukan dengan strategi yang keliru. Banyak masalah yang ditemukan di SMA Negeri 2 Jayapura bahwa pembelajaran PAK sangat membosankan, terkesan teoritis, dan tidak membantu peserta didik dalam mengembangkan spiritual mereka. Penulis meneliti bahwa <em>Contextual Teaching Learning </em>( selanjutnya ditulis CTL) &nbsp;merupakan strategi yang tepat dalam menjawab kedua permasalahan ini. CTL adalah strategi pembelajaran yang menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan nyata, dengan penekanannya pada&nbsp; perkembangan kognitif dan pengalaman belajar peserta didik SMA Negeri 2 Jayapura dalam mengembangkan kemampuan untuk menerapkannya pengetahuan yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan metode studi literatur, dengan melakukan kajian Pustaka terkait konsep CTL, maka ditemukan hasil bahwa penerapan CTL dalam pembelajaran PAK di SMA Negeri 2 Jayapura yaitu: konstruktivisme, inquiry, questioning, community learning, modelling, reflection dan authentic. Penerapan CTL dalam pembelajaran PAK di SMA Negeri 2 Jayapura akan melatih peserta didik untuk mengembangkan spiritual mereka dengan Tuhan. Dengan demikian penerapan CTL pada pembelajaran PAK di SMA Negeri 2 Jayapura dapat membantu guru Agama Kristen dalam melaksanakan proses pengajaran yang bukan hanya menghafal dan memahami tetapi lebih kepada penerapan nilai-nilai kekristenan yang akan mengembangkan spiritual peserta didik SMA Negeri 2 Jayapura</p> APRI TEFBANA, Jonas Fatlolona Hak Cipta (c) 2026 APRI TEFBANA, Jonas Fatlolona https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/250 Wed, 11 Mar 2026 00:00:00 +0900 Dimensi Ekologis Koinonia: Analisis Teologis-Kritis Terhadap Peran Gereja Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/252 <p>Krisis sosio-ekologis yang mendesak di Indonesia, yang dicontohkan oleh proyek-proyek pembangunan ekstraktif seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, menuntut respons teologis yang relevan dari gereja. Penelitian ini mengidentifikasi adanya kesenjangan antara panggilan gereja untuk bertindak dan ketidakcukupan kerangka teologis yang ada, khususnya konsep koinonia (persekutuan) yang secara tradisional bersifat antroposentris dan apolitis. Tujuan penelitian ini adalah merekonstruksi konsep koinonia secara kritis untuk membangun sebuah paradigma teologis yang kokoh bagi respons ekologis gereja. Metode yang digunakan studi literatur kualitatif dan pendekatan teologis-kritis (dekonstruksi-rekonstruksi-sintesis), penelitian ini menganalisis sumber-sumber biblis, dokumen gerejawi mutakhir (Laudato Si'), dan literatur ekoteologi kontemporer. Kebaruan yang ditawarkan adalah perumusan konsep Koinonia Oikos sebagai sebuah persekutuan integral dalam rumah tangga ciptaan dalamnya mensintesiskan wawasan teologis dengan spiritualitas ekologis dari kearifan lokal masyarakat adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koinonia Oikos memiliki implikasi transformatif yang signifikan, tidak hanya secara teologis, tetapi juga secara praktis. Konsep ini menjadi landasan bagi pengembangan pendidikan katekis ekologis yang terstruktur, reformasi liturgi yang berperspektif ciptaan, dan reorientasi kurikulum pendidikan teologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan mengadopsi paradigma Koinonia Oikos, gereja dapat bergerak melampaui aktivisme lingkungan yang parsial menuju sebuah pertobatan ekologis yang holistik, relevan secara kontekstual, dan berdaya profetis</p> Fransina Yoteni, Eirene Kardiani Gulo, Deddy Fajar Purba Hak Cipta (c) 2026 Fransina Yoteni, Eirene Kardiani Gulo, Deddy Fajar Purba https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/252 Wed, 11 Mar 2026 00:00:00 +0900 Hubungan Pengetahuan Alkitab Dengan Sikap Dan Perilaku Penularan HIV Di Kota Jayapura https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/255 <p>Papua merupakan 1 dari 11 provinsi penyumbang kasus HIV terbanyak di Indonesia dan Kota Jayapura adalah penyumbang 10.555 kasus pada tahun 2024 tersebut. Sebesar 111.921 (29,29%) penduduk kota Jayapura beragama Kristen. Dengan jumlah penduduk Kristen yang banyak tersebut mengapa Kota Jayapura menjadi penyumbang kasus HIV tertinggi di Provinsi Papua. Bagaimanakah tingkat pengetahuan Alkitab orang Kristen di Jayapura yang berkaitan dengan kekudusan dan penularan HIV dan bagaimana hubungan nya dengan sikap dan perilaku orang Kristen di Jayapura terhadap penularan HIV?. Penelitian kami menggunakan kuisioner untuk melihat hubungan pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan penularan HIV dengan sikap dan perilaku orang Kristen terhadap penularan HIV di Kota Jayapura pada 105 orang menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan kekudusan dengan sikap terhadap penularan HIV dengan nilai a &nbsp;0,05 dan OR 5,192 dan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan kekudusan dengan sikap terhadap penularan HIV dengan nilai a &nbsp;0,05 dan OR 4,737.</p> <p>Papua merupakan 1 dari 11 provinsi penyumbang kasus HIV terbanyak di Indonesia dan Kota Jayapura adalah penyumbang 10.555 kasus pada tahun 2024 tersebut. Sebesar 111.921 (29,29%) penduduk kota Jayapura beragama Kristen. Dengan jumlah penduduk Kristen yang banyak tersebut mengapa Kota Jayapura menjadi penyumbang kasus HIV tertinggi di Provinsi Papua. Bagaimanakah tingkat pengetahuan Alkitab orang Kristen di Jayapura yang berkaitan dengan kekudusan dan penularan HIV dan bagaimana hubungan nya dengan sikap dan perilaku orang Kristen di Jayapura terhadap penularan HIV?. Penelitian kami menggunakan kuisioner untuk melihat hubungan pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan penularan HIV dengan sikap dan perilaku orang Kristen terhadap penularan HIV di Kota Jayapura pada 105 orang menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan kekudusan dengan sikap terhadap penularan HIV dengan nilai a &nbsp;0,05 dan OR 5,192 dan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan kekudusan dengan sikap terhadap penularan HIV dengan nilai a &nbsp;0,05 dan OR 4,737.</p> Martha Wospakrik, Victor Paulus Manuhutu, Sandra Viviane Sutanto, Hendry John De Jong Hak Cipta (c) 2026 Martha Wospakrik, Victor Paulus Manuhutu, Sandra Viviane Sutanto, Hendry John De Jong https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ojs.stftkijne.ac.id/index.php/jmp/article/view/255 Wed, 11 Mar 2026 00:00:00 +0900