Inkulturasi Seruling “Ibrisia” Suku Tapea Di Kabupaten Sarmi Provinsi Papua Dalam Liturgi Gereja Kristen Injili Di Tanah Paua

The Inculturation Of The “Ibrisia” Flute Of The Tapea Tribe In Sarmi Regency, Papua Province, Into The Liturgy Of The Evangelical Christian Church In Tanah Papua

Authors

  • ratna somalinggi pembaca-penulis
  • Diana Binkor Jenbise STFT GKI I.S Kijne Jayapura
  • Hengky K Baransano Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua

DOI:

https://doi.org/10.58983/jmurai.v7i2.308

Keywords:

GKI, Kontekstual, Inkulturisasi, Ibrisia, Tapea

Abstract

Pada tata ibadah Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua pada minggu ke empat yaitu menggunakan tata ibadah kontekstual, banyak menampilkan konteks budaya dari masing-masing suku. Yang menjadi tantangan pada ibadah kontekstual GKI di Tanah Papua Khusunya di Klasis Sarmi Barat adalah minimnya ekspresi budaya yang di tampilkan. Hal ini, disebabkan karena pendekatan teologia yang dipakai oleh zendeling dulu bersikap radikal terhadap budaya atau adat karena adat disamakan dengan kekafiran “Kristus melawan Kebudayaan”. Suku Tapea di Kabupaten Sarmi khusunya Kampung Samorkena juga mengalami tekanan pada adat dan budayanya, salah satunya seruling “Ibrisia”. Artikel ini membahas asal-usul seruling “Ibrisia”, peruntukan penggunaanya, serta mengkaji dari sisi teologis agar dapat diinkulturasi pada ibadah kontekstual di minggu ke empat. Metode yang digunakan adalah kualitatif, kajian pustaka, observasi dan wawancara. Seruling “Ibrisia” melambangkan perdamain, keteraturan, penghormatan pada sang pencipta, penyembuhan, dan berkat. Seruling “Ibrisia” dapat di pakai pada Ibadah kontekstual di minggu ke empat pada tata Ibadah GKI di Tanah Papua. Namun masih ada tantangan dan perlu dikritisi secara teologis dan dialog yang mendalam Bersama Masyarakat.

References

Sapasuru, A., (2026). Berteologi Dengan Pohon Mayang: Suatu kajian Teologi Ekonomi Terhadap Pemanfaatan Pohon mayang di Jemaat GPM Akon Maluku. MARINYO: Jurnal Teologia Konteks Tual, Vol (2), 14-26.

Ketnesi, Y.F., Inkulturasi Penyembahan: Eksplorasi teologis Terhadap Unsusr Budaya Lokal Dalam Liturgi Gereja-Gereja di Indonesia. https://widyasari-press.com. Diakses 6 Juni 2026.

Karuru, M.L., Kulate, N., Padudung, E., Palantia, A., Dei, M. K., (2025). Inkulturasi Iman Kristen Dalam Budaya Toraja: Telaah Teologis Terhadap Praktik Rambu Solo’ dan Pemakamanaya Dalam Terang Inijl. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, Vol (3), 123-132.

Yamamoto, E. K. (2007). Worship in spirit and truth: The life and legacy of a Reformed liturgy. Wipf and Stock Publishers

Sulistiadi, A., (2025). Kontekstualisasi Musik Kontemporer Dalam Liturgi Karismatik Indonesia: Studi Kasus Pada Tiga Gereja di Kawasan Urban. THELIA: Jurnal Seni Budaya dan Musik Gereja, Vol (01), 40-55. https://journal.sttbetheltheway.ac.id/index.php/jsb/index

Afandi, Y.T.W.A., Laukapitang, Y.D.A., Panggarra, R. & Wijaya, H. (2025). Analisis Misi Kontekstual Berbasis Entrepreneurship Dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Gereja. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia 6(2), 92-101. https://doi.org/10.46445/jtki.v6i2.1043

Sari, A. M., & Pratama, O. Y. (2023). Studi Organologi pada Alat Musik Seruling Bambu dalam Pertunjukan Kesenian di Desa Tebat Ijuk. (2023. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 7 (2), 516-527. doi: https://doi.org/10/22210/ satwika.v7i2.28596

Prabowo, D.D, Ardana K., Mursadi., (2023). Wistling-an: Perancang Seruling Baru Sebagai Medium Komposisi Karawati. IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan, Vol (17), 648-660. https://journal.isi.ac.id/index.php/IDE

Sugiharto, A., Pekei, Y., (2023). Peran Roh Kudus Dalam Penginjilan Konteks Tual. TEOKRISTI: Jurnal Teologia Kontekstual dan Pelayana Kristen, (3), 110-121.

Usmanij, P., Akbar, G.M., (2020). Tinjauan Teologis Mengenai Pemahaman Umat Terhadap Inkulturasi dan Dampaknya: Studi Kasus Gereja Katolik Kanjuruan. GAMALIEL: Jurnal Teologi Praktika, Vol (2), 20-36.

Mawene, M.T., (2014). Ketika Allah Menjamah Papua. Himpunan Tulisan Mengenai Injil Yesus dan Mayarakat Papua. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Bevans, S. B. (2002). Models of contextual theology (Rev. ed.). Orbis Books

Sefa, E.D., (1989). Mengenal Suku Armati di Pedalaman Sarmi Irian Jaya Bagian Utara. Jakarta: Aurora.

Kamma, F.C., (1994). Ajaib di Mata Kita III, Masalah Komunikasi Antara Timur dan Barat Dilihat Dari Sudut Pengalaman Selama Seabad Pekabaran Injil di Irian Jaya. Jakarta: BPK Gnung Mulia.

Wawancara

Weiraso Y. 2026. Asal usul seruling Ibirisia, 6 Juni 2026

Yapo M. 2026. Pantangan dalam meniup seruling Ibrisia, 6 Juni 2026

Yapo K. 2026. Asal usul seruling Ibrisia, 6 juni 2026

Weiraso Y. 2026. Jenis-jenis ukuran seruling Ibrisia Bahasa dan suku dari kampung samorkena, 6 Juni 2026

Published

2026-07-31

How to Cite

somalinggi, ratna, Jenbise, D. B., & Baransano, H. K. (2026). Inkulturasi Seruling “Ibrisia” Suku Tapea Di Kabupaten Sarmi Provinsi Papua Dalam Liturgi Gereja Kristen Injili Di Tanah Paua: The Inculturation Of The “Ibrisia” Flute Of The Tapea Tribe In Sarmi Regency, Papua Province, Into The Liturgy Of The Evangelical Christian Church In Tanah Papua. MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual, 7(2), 158–166. https://doi.org/10.58983/jmurai.v7i2.308