Bahasa Batak Di Tengah Arus Globalisasi: Eksplorasi Penyebab Hilangnya Kemampuan Berbahasa Batak Pada Kalangan Pemuda Batak Perkotaan

Batak Language in the Midst of Globalization: An Exploration of the Causes of the Loss of Batak Language Skills among Urban Batak Youth

Penulis

  • Daniel Gian Axel Destrarata Pasaribu Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar
  • Riris Johanna Siagian Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar

DOI:

https://doi.org/10.58983/jmurai.v7i2.170

Kata Kunci:

Bahasa Batak, Globalisasi, Pemuda Batak, Urbanisasi, Perubahan Budaya, Kemampuan Berbahasa

Abstrak

Bahasa Batak merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Batak yang telah berlangsung lama. Namun, dengan semakin berkembangnya arus globalisasi, kemampuan berbahasa Batak di kalangan pemuda Batak perkotaan mengalami penurunan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penyebab hilangnya kemampuan berbahasa Batak pada kalangan pemuda Batak di tengah arus globalisasi. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan penguasaan bahasa Batak, khususnya terkait dengan urbanisasi, perubahan budaya, dan pengaruh globalisasi. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali pandangan dan pengalaman pemuda Batak yang tinggal di kota-kota besar serta menghubungkannya dengan dinamika sosial yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urbanisasi dan perubahan budaya yang cepat menjadi faktor utama yang menghambat pemuda Batak dalam mempertahankan dan melestarikan bahasa mereka. Dominasi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, ditambah dengan penggunaan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, semakin memperlemah ikatan pemuda Batak dengan bahasa dan budaya mereka. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun ada upaya untuk mempertahankan bahasa Batak melalui kegiatan budaya dan keluarga, namun pengaruh globalisasi yang semakin kuat menuntut adanya penyesuaian terhadap kebiasaan berbahasa. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini, seperti pendidikan bahasa Batak yang lebih intensif dan upaya pelestarian budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kalangan pemuda.

Referensi

Simanjuntak, R. (2016). Bahasa dan identitas etnis Batak Toba di era globalisasi. Jurnal Ilmu Budaya, 4(2), 120–134.

Meutia Nauly, & Vivi Fransisca. (2015). IDENTITAS BUDAYA PADA MAHASISWA BATAK TOBA YANG KULIAH DI MEDAN. Jurnal Psikologi Ulayat, vol 2, no 1, 364–380. https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=958209&title=IDENTITAS+BUDAYA+PADA+MAHASISWA+BATAK+TOBA+YANG+KULIAH+DI+MEDAN&val=14729&.

Hutapea, M. (2020). Language ideology and identity among Batak youth in urban settings. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 10(2), 345–360.

Ashmarita, Cindy, Hartini, & Marsia Sumule G. (2022). Orang Batak Mempertahankan Identitas Etnisnya.

Manurung, H. (2019). Urbanisasi dan erosi bahasa daerah: Studi kasus pada komunitas Batak di Medan. Jurnal Sosial Humaniora, 10(3), 188–202.

Simbolon, R. (2022). Peran keluarga dalam pewarisan bahasa Batak kepada generasi muda. Jurnal Pendidikan Bahasa Daerah, 6(1), 90–104.

Nababan, P. W. J. (2017). Language shift and maintenance among urban Batak families in Jakarta. Jurnal Linguistik Indonesia, 35(1), 45–59.

Kasiyarno, K., & Apriyanto, S. (2025). Influence of globalisation on the shift in local language and cultural identity. Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature, 4, 372–383. https://doi.org/10.54012/jcell.v4i3.435

Tetty Hotmauli Sihombing. (2024). Innovations and Challenges in the Preservation of the Batak Language by the Protestant Batak Christian Huria Church (HKBP) among Youth in the Context of Urbanization in Jakarta. Advances in Social Humanities Research, vol 2, no 12.

Hastuti, E., Amelia, R. F., & Oswari, T. (2023). Batak language maintenance among teenagers in Bekasi, Indonesia. International Journal of Social Science and Human Research, 6(12), 7210–7213. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/376346392_Batak_Language_Maintenance_among_Teenagers_in_Bekasi_Indonesia

Debby Ayu Ranta Br Bangun, Benedicta J. Mokalu, & Evie A.A. Suwu. (2022). Peran Keluarga Batak Karo Dalam Melestarikan Budaya Gendang Guro-Guro Aron Di Manado Sulawesi Utara. JURNAL ILMIAH SOCIETY, Vol 2, no 2.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2024). Pelestarian Bahasa Daerah Harus Dimulai dari Lingkungan Keluarga. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2024/05/pelestarian-bahasa-daerah-harus-dimulai-dari-lingkungan-keluarga.

Pepinsky, T. (2020). Urbanization, Ethnic Diversity, and Language Shift in Indonesia. SSRN. https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3529422.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-07-31

Cara Mengutip

Destrarata Pasaribu, D. G. A., & Siagian, R. J. (2026). Bahasa Batak Di Tengah Arus Globalisasi: Eksplorasi Penyebab Hilangnya Kemampuan Berbahasa Batak Pada Kalangan Pemuda Batak Perkotaan: Batak Language in the Midst of Globalization: An Exploration of the Causes of the Loss of Batak Language Skills among Urban Batak Youth. MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual, 7(2), 98–106. https://doi.org/10.58983/jmurai.v7i2.170