Ketika Liturgi Bergerak: Mengalami Transformasi Iman melalui Bahasa Tubuh

When the Liturgy Moves: Experiencing Faith Transformation Through Body Language

Penulis

  • Casandro Siregar STT HKBP

DOI:

https://doi.org/10.58983/jmurai.v7i2.223

Kata Kunci:

Liturgi, Tubuh, Bahasa Simbolik, Transformasi Iman, Participatio Actuosa

Abstrak

Artikel ini membahas liturgi Kristen sebagai peristiwa iman yang menubuh, dengan menempatkan tubuh sebagai locus theologicus tempat iman dialami, diungkapkan, dan dibentuk. Liturgi tidak dipahami semata-mata sebagai rangkaian teks dan doa verbal, melainkan sebagai tindakan simbolik yang melibatkan gestur, postur, prosesi, dan partisipasi tubuh umat secara utuh. Melalui pendekatan teologis-liturgis dan dialog dengan pemikiran liturgi kontemporer, artikel ini menganalisis konsep participatio actuosa serta prinsip lex orandi, lex credendi, lex vivendi dalam praktik liturgi Gereja Katolik dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan tubuh secara sadar dan reflektif dalam liturgi berperan penting dalam pembentukan identitas komunal umat sebagai Tubuh Kristus dan memiliki daya transformatif yang melampaui ruang ibadah. Liturgi yang “bergerak” membentuk habitus iman yang tercermin dalam sikap etis, solidaritas sosial, dan praksis kehidupan sehari-hari. Namun demikian, artikel ini juga mengungkap adanya kesenjangan antara ideal teologis liturgi dan praktik gerejawi yang masih cenderung mekanis. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan dan pembinaan liturgis yang menekankan kesadaran tubuh sebagai medium iman agar liturgi sungguh menjadi ruang transformasi spiritual dan sosial.

Referensi

Adon, M. J., & Raharso, A. T. (2022). Liturgi sebagai Perayaan Umat menurut KHK Kanon 837: Upaya Mewujudkan Partisipasi Umat dalam Kehidupan Sosial-Politik. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 17(1), 37–68. https://doi.org/10.24042/al-adyan.v17i1.11119

Augustan, H. (2020). Merengkuh Imaji, Melukis Liturgi: Sebuah Usaha Mengembalikan Fungsi Imajinasi dalam Praktik Bernyanyi Kongregasional Melalui Teori Ontologi Trinitarian Supernaturalism John Jefferson Davis. Indonesian Journal of Theology, 8(2), 108–130. https://media.neliti.com/media/publications/412784-none-d309e7fc.pdf

Bab V. (n.d.). Universitas Negeri Medan. https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2656/5/015050019%20Bab%20V.pdf

Benedict, X. V. I. (2007). Sacramentum Caritatis: Post-Synodal Apostolic Exhortation on the Eucharist as the Source and Summit of the Church’s Life and Mission. The Holy See. https://www.vatican.va/content/benedict-xvi/en/apost_exhortations/documents/hf_ben-xvi_exh_20070222_sacramentum-caritatis.html

Brommer, J., Driscoll, M. S., Francis, M., Genevieve Glen, csv, & Philip Horrigan Steven Janco -Corinna Laughlin Paul Turner Mark E Wedig, J. R. (n.d.). A PASTORAL COMMENTARY 0 Sacrosanctum Concilium THE Const on the SAGE OF THE S¤t AYEater (Cc)i WY e}:1-1 0) 0m DI-161 gelerere) BE-WiTe BY AVem-e[-1g el-18¢] WITH A FOREWORD BY Archbishop Gregory Michael Aymond.

Gunawan, H. A. (2018). Liturgi sebagai Ruang Transformasi: Sebuah Tawaran Misional untuk Pembaruan Liturgi. Indonesian Journal of Theology, 6(1), 44–68. https://media.neliti.com/media/publications/318059-liturgi-sebagai-ruang-transformasi-sebua-80787d27.pdf

Hkbp Sebagai Penekutuan, A., & Kristen, A. (n.d.). BABY KENUWEMUKANHUKUM DALAM HURIA KRISTEN BATAK PROTEST AN.

Karunia Lembaga, E. (2017). Dimensi Perutusan dalam Ekaristi sebagai Persekutuan, Kenangan, dan Perayaan Kehidupan. Perspektif, 12(2), 135–150. https://doi.org/10.69621/jpf.v12i2.94

Konstitusi tentang Liturgi Suci (Sacrosanctum Concilium). (1990). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI. https://keuskupansurabaya.org/media/document/Seri-Dokumen-Gerejawi-No-9-SACROSANCTUM-CONCILIUM.pdf

Maichiki, M. G. (2025). Embodied Worship: The Theological and Pastoral Significance of Gestures and Postures in the Catholic Liturgy. GPH-International Journal of Social Science and Humanities Research, 104–110. https://doi.org/10.5281/zenodo.17218059

Nugrahaini, I. (2023). Liturgi Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan): Studi Kasus Fungsi Buku Ende dalam Liturgi Gereja HKBP Indrapura Desa Batang Batindih Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar. https://repository.uin-suska.ac.id/71781/1/SKRIPSI%20FULL%20KECUALI%20BAB%20IV%20INTEN%20NUGRAHAINI.pdf

PUMR-i. (n.d.).

Putra, A. (2023). Menyoal Tubuh dan Kehadiran dalam Mediasi Liturgi ke Ruang Digital. THRONOS: Jurnal Teologi Kristen, 4(2), 112–124. https://www.researchgate.net/publication/380817460_Menyoal_Tubuh_dan_Kehadiran_dalam_Mediasi_Liturgi_ke_Ruang_Digital

Putra, A. (2024). Biarkan Tubuhmu Bergerak: Memahami Tubuh melalui Pemberlakuan Gestur dalam Ibadah Minggu GPIB. KURIOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 10(1), 92–107. https://doi.org/10.30995/KUR.V10I1.741

Suci, K., Konstitusi, ), Suci, L., Dokumentasi, D., & Penerangan, D. (1990). SACROSANCTUM CONCILIUM.

Wiliams, M., Salawane, H., Fonataba, R. L., Kesaulya, H., & Wulu, D. M. (2025). Semiotika Simbol Iman dalam Liturgi Anak dan Remaja di GKI Bethesda Sele Be Solu: Perspektif Linguistik dan Pendidikan Agama Kristen. Christian Nurture: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Dan Budaya, 1(1), 76–84. https://journal.gknpublisher.net/index.php/christiannurture/article/view/444/244

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-07-31

Cara Mengutip

Siregar, C. (2026). Ketika Liturgi Bergerak: Mengalami Transformasi Iman melalui Bahasa Tubuh: When the Liturgy Moves: Experiencing Faith Transformation Through Body Language. MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual, 7(2), 107–116. https://doi.org/10.58983/jmurai.v7i2.223