Dimensi Ekologis Koinonia: Analisis Teologis-Kritis Terhadap Peran Gereja Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup
The Ecological Dimension of Koinonia: A Theological-Critical Analysis of the Church's Role in Environmental Conservation
DOI:
https://doi.org/10.58983/jmurai.v7i1.252Kata Kunci:
Ekoteologi, Koinonia, Krisis Ekologi, Laudato Si', Tanggung Jawab Gereja, Teologi Penciptaan, Pendidikan Teologi, Kearifan LokalAbstrak
Krisis sosio-ekologis yang mendesak di Indonesia, yang dicontohkan oleh proyek-proyek pembangunan ekstraktif seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, menuntut respons teologis yang relevan dari gereja. Penelitian ini mengidentifikasi adanya kesenjangan antara panggilan gereja untuk bertindak dan ketidakcukupan kerangka teologis yang ada, khususnya konsep koinonia (persekutuan) yang secara tradisional bersifat antroposentris dan apolitis. Tujuan penelitian ini adalah merekonstruksi konsep koinonia secara kritis untuk membangun sebuah paradigma teologis yang kokoh bagi respons ekologis gereja. Metode yang digunakan studi literatur kualitatif dan pendekatan teologis-kritis (dekonstruksi-rekonstruksi-sintesis), penelitian ini menganalisis sumber-sumber biblis, dokumen gerejawi mutakhir (Laudato Si'), dan literatur ekoteologi kontemporer. Kebaruan yang ditawarkan adalah perumusan konsep Koinonia Oikos sebagai sebuah persekutuan integral dalam rumah tangga ciptaan dalamnya mensintesiskan wawasan teologis dengan spiritualitas ekologis dari kearifan lokal masyarakat adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koinonia Oikos memiliki implikasi transformatif yang signifikan, tidak hanya secara teologis, tetapi juga secara praktis. Konsep ini menjadi landasan bagi pengembangan pendidikan katekis ekologis yang terstruktur, reformasi liturgi yang berperspektif ciptaan, dan reorientasi kurikulum pendidikan teologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan mengadopsi paradigma Koinonia Oikos, gereja dapat bergerak melampaui aktivisme lingkungan yang parsial menuju sebuah pertobatan ekologis yang holistik, relevan secara kontekstual, dan berdaya profetis
Referensi
(PGI), maupun oleh lembaga-lembaga ekumenis seperti Dewan Gereja-gereja se-Dunia (WCC) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia. “Dokumen Keesaan Gereja (DKG) PGI 2019-2024. Persidangan Raya XVIII PGI.No Title,” 2019.
Adiprasetya, J. No TitleDua Tangan Allah Merangkul Semesta: Panenteisme Dan Teenpanisme. Jakarta: Bpk guung MUlia, 2020.
Davie, M., Grass, T., Holmes, S. R., Thompson, G. L., & Crisp, A. J. “No TitleNew Dictionary of Theology: Historical and Systematic (2nd Ed.),” n.d.
Fransiskus. No TitleLaudato Si’: On Care for Our Common Home. Libreria Editrice Vaticana., 2015.
Hillert, K. “But the Earth Will Be Desolate Because of Its Inhabitants, for the Fruit of Their Doings” (Micah 7:13): An Ecotheological Reading of Micah 7No Title.” Journal for Semitics, 27(1), 1–19. Https://Doi.Org/10.25159/1013-8471/3820, 2018.
L, White. “No The Historical Roots of Our Ecologic Crisis.” Science, 155(3767), 1203–1207. Https://Doi.Org/10.1126/Science.155.3767.1203, 1967.
M, Munir. “Corak Paradigma Etika Lingkungan: Antroposentrisme, Biosentrisme Dan EkosentrismeNo Title.” Misykat Al-Anwar: Jurnal Kajian Islam Dan Masyarakat, 3(1), 1–16., 2020.
Paul VI. No TitleDogmatic Constitution on the Church: Lumen Gentium. Holy See., 1964.
Rakyat, Pusaka Bentala. No TitleHasil Riset Pusaka Untuk PSN Merauke: Ancaman Terhadap Hak Masyarakat Adat Dan Lingkungan. Yayasan Pusaka Bentala Rakyat., 2021.
Santmire, P. S. No TitleThe Travail of Nature: The Ambiguous Ecological Promise of Christian Theology. Fortress Press., 1985.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fransina Yoteni, Eirene Kardiani Gulo, Deddy Fajar Purba

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



